BACK
|Selah

Welcome Home (Hati Bapa)

Perikop berjudul “Perumpamaan tentang anak yang hilang” menceritakan tentang dua tipe anak yang berbeda; yang terhilang dari rumah dan yang merasa terhilang di dalam rumah. Keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama tidak puas pada apa yang telah dimilikinya. Anak kedua tidak puas dengan kenikmatan yang ia alami di dalam rumah sehingga ia memutuskan untuk meminta apa yang menjadi haknya (ayat 12) dan lari dari rumah bersama semua harta tersebut. Sang kakak merasa tidak puas karena ayahnya masih saja menerima adiknya dengan tangan terbuka dan penuh perhatian. Kedua sikap inilah yang mungkin seringkali kita tunjukkan dalam hidup kita. 

Saat berkat yang Tuhan berikan sudah melimpah atas hidup kita, mungkin yang justru muncul sebagai respon kita adalah memberontak dan menuntut lebih alih-alih bersyukur atasnya. Sedangkan di sisi yang lain, dalam kehidupan pelayanan kita yang sudah matang dan nyaman jangan-jangan kita masih saja merasa tersaingi tatkala ‘pelayan baru’ masuk dan menggantikan posisi kita. Hal ini tentu saja menyedihkan hati Allah, Bapa kita.

Sikap sang ayah, yang merupakan representasi dari karakter Allah Bapa, dalam bacaan ini menunjukkan bahwa apapun yang menjadi respon kita rupanya ia tetap menerima dengan penuh kasih. Ayat 20 menunjukkan betapa sang ayah masih mencintai anaknya yang sudah sedemikian menyakitkan hatinya dan ayat 31 menunjukkan bahwa bersama Dia segala kepunyaan-Nya adalah milik kita pula sehingga seharusnya tak ada ruang bagi iri hati. Inilah karakter Bapa kita di Sorga yang penuh kasih dan penerimaan. Lalu, apa yang seharusnya menjadi respon kita?

Apa yang kita rasakan sebagai sebuah keterhilangan dari kasih sayang sebenarnya hanyalah bentuk pelarian kita darinya. Nyatanya, kasih yang sama tetap tersedia untuk kita. Kembali ‘pulang’ seharusnya menjadi sikap kita, mendatangi tahta kasih karunia Allah dan membuka hati selebar-lebarnya bagi jamahan cinta-Nya. Selain itu, tidak selayaknya kita iri pada apa yang Allah sediakan bagi orang lain terutama dalam area pelayanan kita, karena sebenarnya Ia pun menyediakan banyak hal besar dan tak terduga bagi kita.

“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya.”

~Yohanes 10:11

Oleh: Philip Perdana

© Copyright 2021 All rights reserved. Crafted by Thrive.