BACK
|Unspoken Thoughts

Salomo dan Raja Daud



Salomo dan Raja Daud
Saat dia melihatku, hatiku rasanya pilu
Ia menatapku seperti Allah menatap Adam setelah kejatuhannya
Bola matanya berkata bahwa ia mencintaiku namun juga tahu
Bahwa yang terburuk telah menungguku di atas tahta istana

Saat dia melihatku, hatiku rasanya sendu
Dari balik kulit keriputnya dan rambut putihnya aku tahu
Bahwa dia lebih ingin aku menjadi seorang penggembala biasa dengan satu atau dua ekor domba
Daripada menjadi raja atas rakyat yang kecondongan hatinya selalu berubah

Saat dia melihatku, aku tahu bahwa ia sedang melihat dirinya
Yang mampu menggapai esensi cinta yang paling tinggi namun tetap saja terjatuh dari atasnya
Yang dipuja oleh banyak jiwa namun dicerca oleh banyak mata
Yang berdiri dengan rapuh di antara kehendak Tuhan dan keinginan bangsa

Tapi, saat dia melihatku, dia juga tersenyum
Bukan karena yakin bahwa hal-hal buruk tadi tidak akan menimpaku
Namun bahwa selama aku bersama Allah, tidak akan jadi soal perihal bagaimana masa depanku
Gagal ataupun berhasil, terpecah ataupun bersatu

Di bawah matahari, tidak akan ada satu hal pun yang dapat memisahkanku dari kasih-Nya

© Copyright 2021 All rights reserved. Crafted by Thrive.