BACK
|Behind The Bible

Nyanyian Seorang Gembala

Tiga ribu tahun yang lalu, hiduplah seorang pemuda penggembala domba yang pandai bernyanyi. Ia duduk bersandar di bawah naungan pohon ara yang teduh dengan kecapi di tangannya sambil memandang langit sore yang indah, hal yang biasa dilakukannya untuk melepas penat setelah seharian membawa kedua dombanya merumput ke bukit. Ia bermain kecapi dengan merdu, membuat semua telinga yang mendengar pasti mengharapkan untuk duduk selamanya di samping penyanyi muda itu. Tak berapa lama, datanglah Natan, sahabat karibnya. Ia duduk dengan senyuman lebar di wajahnya dan dengan setia menunggu hingga lagu itu selesai. Kata-katanya baru muncul setelah keheningan yang indah di antara bait terakhir lagu dan hembusan angin sepoi yang membawa melodi-melodinya berkelana jauh ke balik bukit indah di belakang mereka.

“Indah sekali nyanyianmu. Tak kalah indah dibandingkan mereka yang setiap hari bernyanyi untuk sang raja di istananya.”

“Ah, tidak juga. Dibandingkan siualan burung pipit saja suaraku masih kalah jauh.”

“Kau tidak perlu merendah begitu, semua orang pun pasti setuju denganku.”

Dengan senyum tipis, pemuda itu menimpali, “Dengar, kawanku. Nyanyianku tidak lebih dari menemukan makna di balik nada dan mengalunkannya dengan hati yang mengarah pada Tuhan. Tak lebih dan tak kurang. Kebetulan saja kau memahami bahasa yang kupakai dalam bernyanyi. Kalau kau dapat berbahasa burung, pastilah kau akan menemukan hal yang sama perihal siulannya.”

Natan mengangguk-angguk. Alisnya mengernyit saat mencoba mendalami kata-kata sahabatnya itu. Dari dulu ia selalu yakin bahwa sahabatnya ini memiliki suatu kedekatan yang berbeda dengan Tuhan dibanding dirinya dan kebanyakan manusia lainnya di bumi ini. Dan ia pun yakin bahwa lagu-lagu ciptaan sahabatnya nanti akan terus dilantunkan oleh separuh umat manusia selama tiga ribu tahun mendatang, sementara separuh umat manusia lainnya akan mendengarkannya sambil bertanya-tanya apa gerangan maksudnya.

© Copyright 2021 All rights reserved. Crafted by Thrive.