BACK
|Selah

Kepuasan

Sesuatu dapat memuaskan kita.

Betul saja, hakikat manusia memang tidak lepas dari memuaskan diri. Memuaskan diri memang sejatinya tidak salah. Dari awal, kebutuhan ini memang diciptakan memang untuk dipenuhi. Akan berubah menjadi salah, ketika kepuasan diri itu coba dipenuhi oleh sesuatu yang bahkan tidak sanggup memenuhinya sedikit pun. Seorang teolog bernama C.S Lewis pernah berkata:

“If we find ourselves with a desire that nothing in this world can satisfy, the most probable explanation is that we were made for another world.”

Sepertinya memang saudara kita Yohanes tidak salah, bahkan 100% benar ketika menuliskan bahwa Yesuslah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup. Di sini, C.S Lewis pun setuju dan mengalami sendiri bahwa memang tidak ada kepuasan selain di dalam Tuhan. Jika dibalut dengan pernyataan dalam buku Yohanes, satu-satunya kepuasan dari kehidupan ini hanyalah dari Yesus. Tidak ada yang lain. Inilah satu-satunya.

Berapa banyak uang yang digelontorkan, waktu yang ditandaskan, energi yang dienyahkan, hanya untuk menemukan ironi di akhir: bahwa kita hanyalah remah dari biskuit yang sudah tua. Berapa banyak lagi yang harus dikeluarkan hanya untuk mendapati kotak kepuasan itu tetap kosong. Kita senang menikmati air sumur, padahal yang dipersiapkan Tuhan adalah anggur. Kita rela dengan segala pengorbanan demi mendapat kain usang, padahal Bapa memberikan kita jubah kerajaan. Kita memang sering tertipu dengan kefanaan.

Pencuri datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tetapi Aku datang supaya manusia mempunyai hidup bahkan mempunyai hidup yang berlimpah-limpah.
(Yohanes 10:10 AVB)

Engkau memperhatikan bumi dan melimpahinya; Engkau menjadikannya kaya. Aliran-aliran Allah begitu penuh dengan air; Engkau mempersiapkan gandum bagi mereka, sungguh Engkau menyediakannya. (Mazmur 65:9 AYT)

Apa yang tak pernah dilihat mata, didengar telinga, yang tidak pernah timbul dalam hati manusia, Bapa menyediakannya. 

Kotoran anjing tidak pernah didesain untuk dinikmati oleh bangsawan. Sesuatu yang salah tidak akan pernah bisa memuaskan kita. Jadi, maukah kau menyerahkan yang baik menurut kita untuk menerima yang terbaik dari Dia?

Chrisel

© Copyright 2021 All rights reserved. Crafted by Thrive.