BACK
|Selah

Bukan Ancaman

-PMA

-Bacaan: Yeremia 36-
Membuat perlindungan diri saat merasa terancam merupakan naluri manusia. Hal ini terjadi karena manusia merasa ada bahaya yang akan menimpa, sehingga melakukan segala sesuatu agar tidak terdampak bahaya tersebut adalah hal yang lumrah dilakukan. Begitu pula yang dilakukan Raja Yoyakim ketika mendengar firman Tuhan. Berbagai gulungan yang dibacakan Barukh pun dibakarnya.
Terkadang kita merasa terancam oleh setiap firman Tuhan yang disampaikan. Alih-alih menerimanya dengan lemah lembut untuk mengoreksi diri, kita malah sering menghindar dan mengabaikan seolah tak butuh firman Tuhan. Memang tidak mudah untuk mendengar karena firman Tuhan akan mengorek-ngorek kedegilan kita. Kita akan ditelanjangi. Namun, justru harusnya demikian yang terjadi agar tidak ada kedagingan yang menguasai diri. Biarkan firman Tuhan berdaulat menguasai kehidupan setiap kita. 

Dalam 2 Timotius 3:16-17 (TB) tertulis: 
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
Sebegitu bermanfaatnya firman Tuhan bagi kehidupan kita. Apakah kita masih tidak mau menerimanya? Karena kita kepunyaan-Nya, maka Ia akan terus menyatakan isi hati-Nya pada kita sebagai bukti bahwa Ia teramat sayang. Maka, mari rendahkan hati dan terima kebenaran. Firman Tuhan merupakan peringatan, bukan ancaman. Dengarlah selagi Ia berbicara.

© Copyright 2021 All rights reserved. Crafted by Thrive.